Asal Muasal:
Tempat Kelahiran Ilmu Vitami Dan Kedokteran Tropis
Lembaga Eijkman adalah lembaga penelitian paling terpandang di dunia yang pernah didirikan di Indonesia. Sejak berdiri pada tahun 1888 sebagai laboratorium penelitian patologi dan bakteriologi, lembaga ini telah memiliki tradisi ilmiah yang mengagumkan. Disinilah Christiaan Eijkman, sebagai direkturnya yang pertama, mengawali penelitiannya yang berakhir deng an suatu penemuan besar mengenai hubungan antara defisiensi vitamin B1 dan beri-beri. Untuk penelitian mendasar ini, yang menjadi landasan konsep modern ilmu vitamin, Eijkman memenangkan hadiah Nobel pada tahun 1929. Laboratorium riset ini kemudian menjadi Laboratorium Pusat Kedokteran, don pada peringatan pendiriannya ke lima puluh, diberi nama Lembaga Eijkman. Di puncak kejayaannya di awal abad ini, Lembaga Eijkman menjadi pusat penelitian kedokteran tropis terkemuka dunia, tetapi terpaksa ditutup di tahun 1960-an di tengah kemelut politik dan ekonomi setelah perjuangan kemerdekaan Indonesia. |
Christiaan Eijkman
Medali Nobel |
![]() Pemandangan di masa-masa awal dari salah satu sudut Lembaga |
Awal Era Baru:
Biologi Molekul dan Ilmu Kedokteran Tropis
| Lembaga Eijkman dihidupkan kembali sebagai jawaban terhadap kebutuhan mendesak Indonesia akan adanya suatu lembaga penelitian biomedis yang mampu memanfaatkan perkembangan iptek yang pesat di bidang biologi molekul sel akhir-akhir ini; perkembangan yang telah memacu kemajuan luar biasa di bidang kedokteran don bioteknologi, dengan dampak industri don komersialnya. Bioteknologi merupakan prioritas utama dalam kebijakan iptek Indonesia. Dan landasan yang kokoh dalam kemampuan riset fundamental di bidang biologi molekul mutlak perlu untuk suksesnya pengembangan bioteknologi nasional. Inisiatif untuk menghidupkan kembali Lembaga Eijkman sebagai medium untuk membangun sebuah lembaga penelitian terpandang didunia dalam bidang biologi molekul sel lahir di kantor Menteri Riset dan Teknologi, Profesor Dr. Ing. B.J. Habibie, pada bulan Agustus 1990. |
Dari kiri mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi, B.J. Habibie, mantan Presiden Indonesia, Suharto, dan Direktur Lembaga Eijkman, S Marzuki (paling kanan) Gagasan ini dikuatkan pada saat peringatan seratus tahun penemuan Eijkman tentang defisiensi vitamin B1 sebagai penyebab beri-beri, bulan Desember 1990. Lembaga Biologi Molekul Eijkman lahir secara formal pada Juli 1992, mulai beroperasi April 1993, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada 19 September 1995. |
| Gedung Eijkman Yang Bersejarah | |
![]() | |







